Supply Chain Attack: Cara Kerja, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Supply Chain Attack: Cara Kerja, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Perusahaan kini bergantung pada banyak vendor, software, layanan cloud, dan mitra teknologi. Kondisi tersebut membuat supply chain attack menjadi risiko yang perlu diperhatikan dalam keamanan jaringan.
Serangan ini tidak selalu menargetkan perusahaan secara langsung. Pelaku dapat mengeksploitasi pihak ketiga yang memiliki akses ke sistem atau data perusahaan. Artikel ini akan membahas berbagai aspek serangan siber supply chain, mulai dari definisi, cara kerja, penyebab, dampak, hingga cara mencegahnya. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Apa Itu Supply Chain Attack?
Supply chain attack adalah serangan yang memanfaatkan pihak ketiga untuk menyusup ke dalam sistem target. Pihak ketiga tersebut dapat berupa vendor software, penyedia layanan, atau pemasok komponen teknologi.
Dalam supply chain cyber attack, penyerang memanfaatkan hubungan kepercayaan antara perusahaan dan pihak ketiga untuk mengeksploitasi rantai pasokan. Target tidak harus diserang secara langsung. Kelemahan vendor dapat menjadi pintu masuk menuju lingkungan perusahaan.
Serangan ini dapat menyasar ke software, hardware, aplikasi, API, maupun kode open source. Kompleksitas supply chain perusahaan dapat membuat perusahaan itu sendiri kesulitan untuk mengetahui seluruh dependensi yang digunakan.
Bagaimana Cara Kerja Supply Chain Attack?
Serangan ini biasanya dimulai dengan mencari kelemahan pada pihak ketiga. Pelaku dapat mengeksploitasi kerentanan atau menggunakan kredensial vendor yang telah dicuri. Pelaku umumnya terlebih dahulu memperoleh akses ke sistem vendor. Akses tersebut dapat diperoleh melalui kredensial yang dicuri atau kerentanan pada software.
Setelah berhasil masuk, pelaku dapat menyisipkan kode berbahaya ke dalam software atau komponen tertentu. Kode tersebut kemudian dapat diteruskan kepada pengguna melalui produk atau pembaruan. Perusahaan dapat terkena dampak ketika menggunakan software atau layanan yang telah dikompromikan. Aktivitas berbahaya kemudian berjalan di lingkungan target.
Jika kontrol akses lemah, pelaku dapat berpindah ke sistem lain. Oleh karena itu, segmentasi dan pembatasan akses sangat penting.
Baca Juga: Zero Trust Network Security: Prinsip Keamanan dan Akses Jaringan
Apa Saja Penyebab Supply Chain Attack?
Risiko serangan dapat muncul dari berbagai kelemahan dalam rantai pasok teknologi. Berikut adalah beberapa faktor penyebab yang umum ditemui:
Keamanan Vendor yang Lemah
Vendor dengan kontrol keamanan yang buruk dapat menjadi target yang lebih mudah. Kelemahan tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk menyerang pelanggan mereka.
Akses Pihak Ketiga Berlebihan
Vendor yang memiliki akses luas dapat meningkatkan dampak jika akunnya berhasil dikompromikan. Akses sebaiknya diberikan sesuai kebutuhan.
Ketergantungan pada Software Pihak Ketiga
Perusahaan sering menggunakan banyak aplikasi dan komponen eksternal. Setiap dependensi dapat meningkatkan potensi risiko keamanan.
Kurangnya Monitoring
Aktivitas vendor yang tidak dipantau dapat membuat anomali terlambat terdeteksi. Monitoring membantu mengidentifikasi perilaku yang tidak biasa.
Vendor Risk Assessment yang Tidak Memadai
Vendor risk assessment dapat membantu perusahaan mengevaluasi keamanan vendor sebelum dan selama kerja sama. Evaluasi dapat mencakup kontrol keamanan, akses, serta kemampuan untuk merespons insiden.
Supply Chain yang Kompleks
Vendor utama dapat menggunakan subvendor atau komponen dari pihak lain dalam satu lingkungan supply chain. Kondisi ini membuat visibilitas risiko semakin sulit.
Apa Saja Dampak dari Supply Chain Attack?
Dampaknya dapat meluas karena satu vendor dapat terhubung dengan banyak sistem pelanggan. Berikut adalah beberapa dampak utamanya:
Kebocoran Data
Serangan dapat membuka akses ke data pelanggan, informasi bisnis, atau kredensial. Data yang dicuri kemudian dapat digunakan untuk serangan lanjutan.
Gangguan Operasional
Sistem yang terinfeksi dapat mengalami gangguan atau menjadi tidak tersedia. Kondisi tersebut dapat menghambat proses bisnis.
Kerugian Finansial
Perusahaan dapat menghadapi biaya investigasi, pemulihan, dan perbaikan sistem. Gangguan operasional juga dapat menyebabkan hilangnya pendapatan.
Kerusakan Reputasi
Insiden keamanan dapat menurunkan kepercayaan pelanggan dan mitra. Dampaknya dapat berlangsung lebih lama dibandingkan dengan proses pemulihan teknis.
Bagaimana Cara Mencegah Supply Chain Attack dengan Network Security?
Pencegahan membutuhkan pendekatan berlapis. Berikut ini adalah beberapa langkah dan cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mencegah serangan ini:
Terapkan Third Party Risk Management
Third party risk management membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengelola risiko dari vendor. Proses ini mencakup inventarisasi vendor, klasifikasi risiko, dan evaluasi berkala.
Batasi Akses Vendor
Terapkan prinsip least privilege pada akses pihak ketiga. Vendor hanya boleh mengakses sistem yang benar-benar diperlukan.
Terapkan Network Segmentation
Pisahkan sistem penting dari lingkungan yang digunakan pihak ketiga. Segmentasi dapat membatasi lateral movement ketika terjadi kompromi.
Perkuat Monitoring
Pantau aktivitas pengguna, perangkat, dan aplikasi secara berkelanjutan. Anomali pada trafik dapat menjadi indikator awal sebuah serangan.
Lakukan Patch dan Vulnerability Management
Perbarui software dan lakukan pemeriksaan kerentanan secara rutin. Langkah ini membantu mengurangi risiko dari komponen pihak ketiga yang rentan.
Siapkan Incident Response
Tentukan prosedur incident response ketika vendor mengalami kompromi. Perusahaan perlu dapat membatasi atau mencabut akses dengan cepat.
Terapkan Supply Chain Attack Prevention
Supply chain attack prevention membutuhkan kombinasi kontrol akses, evaluasi vendor, segmentasi, monitoring, dan pengelolaan kerentanan. Tidak ada satu teknologi yang mampu menghilangkan seluruh risiko secara mandiri.
Cegah Ancaman Supply Chain Attack dengan Solusi Network Security dari Aplikas Servis Pesona!
Supply chain yang semakin terhubung membuat perusahaan perlu memperluas perlindungan hingga mencakup akses pihak ketiga. Strategi keamanan jaringan yang tepat membantu membatasi akses serta mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Solusi Network Security dari Aplikas Servis Pesona dapat membantu perusahaan memperkuat perlindungan jaringan melalui kontrol akses, segmentasi, monitoring, dan berbagai kemampuan keamanan lainnya. Pendekatan terintegrasi membantu perusahaan Anda mengurangi risiko serangan dan menjaga keamanan infrastruktur digital
Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!
Editor: Trie Ayu Feminin dan Irnadia Fardila
Popular Posts



Leave a Reply