Secure Access Service Edge: Arsitektur Keamanan Jaringan Berbasis Cloud

15 September 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Secure Access Service Edge: Arsitektur Keamanan Jaringan Berbasis Cloud

Pengguna kini bisa mengakses aplikasi dari kantor, rumah, cabang, dan berbagai perangkat. Oleh karena itu, secure access service edge menjadi pendekatan penting untuk mengamankan konektivitas modern.

Perpindahan aplikasi ke cloud juga membuat perimeter jaringan semakin sulit untuk ditentukan. Perusahaan membutuhkan keamanan yang dapat mengikuti pengguna dan perangkat mereka. SASE menggabungkan fungsi jaringan dan keamanan melalui layanan berbasis cloud. Artikel ini akan membahas SASE dan berbagai aspek di dalamnya, seperti cara kerja, perbedaannya dengan SSE, komponen, serta cara implementasinya.

Apa itu Secure Access Service Edge?

Secure Access Service Edge (SASE) adalah arsitektur yang menggabungkan fungsi jaringan, keamanan, dan WAN dalam layanan berbasis cloud. Pendekatan ini dapat membantu pengguna mengakses aplikasi dan data dengan aman dari berbagai lokasi.  SASE kini semakin relevan bagi perusahaan dengan tenaga kerja hybrid. Pengguna tidak selalu berada di belakang jaringan kantor, sehingga mereka dapat mengakses SaaS, internet, dan aplikasi privat dari berbagai lokasi.

Dalam pendekatan ini, keamanan tidak hanya bergantung pada perangkat fisik di kantor. Kebijakan dapat diterapkan lebih dekat dengan pengguna melalui layanan cloud. Hal ini juga dapat mengurangi kebutuhan backhauling trafik ke data center. Konsep SASE network security menggabungkan konektivitas dengan kontrol keamanan. Perusahaan dapat mengelola akses secara lebih konsisten di berbagai lokasi dan perangkat.

Bagaimana Cara Kerja SASE dalam Mengamankan Akses Jaringan?

SASE bekerja dengan memproses permintaan akses melalui layanan jaringan dan keamanan berbasis cloud. Setiap permintaan dapat diperiksa berdasarkan identitas, perangkat, konteks, dan kebijakan keamanan. Pengguna pertama-tama mengajukan permintaan ke aplikasi atau sumber daya. Sistem kemudian memverifikasi identitas dan kondisi perangkat.

Kebijakan keamanan selanjutnya adalah menentukan apakah akses dapat diberikan. Pemeriksaan trafik juga dapat dilakukan sebelum koneksi diteruskan ke tujuan. Pendekatan ini memungkinkan pengguna terhubung ke point of presence yang lebih dekat. Trafik tidak harus selalu melewati data center pusat. Dengan begitu, potensi latensi akibat backhauling dapat dikurangi.

Setelah akses diberikan, aktivitas tetap dapat dipantau. Jika konteks berubah, kebijakan dapat menyesuaikan keputusan akses.

Baca Juga: Enterprise Network Security: Cara Kerja dan Solusi-solusinya

SASE vs SSE, Apa Perbedaannya?

SASE dan SSE (Security Service Edge) memiliki hubungan yang erat, tetapi cakupannya berbeda. SSE berfokus pada layanan keamanan berbasis cloud.

SSE sendiri mencakup teknologi seperti Secure Web Gateway (SWG), Cloud Access Security Broker (CASB), Zero Trust Network Access (ZTNA), dan Firewall as a Service (FWaaS).

Sementara itu, SASE mencakup fungsi SSE sekaligus kemampuan jaringan/SW-WAN. Salah satu komponen utama dalam jaringan adalah SD-WAN.

Oleh karena itu, SSE dapat menjadi bagian dari arsitektur SASE. SSE cocok untuk perusahaan yang sudah memiliki SD-WAN. SASE lebih sesuai ketika perusahaan ingin menggabungkan networking dan security.

Apa Saja Komponen yang Membentuk Arsitektur SASE?

SASE terdiri dari beberapa teknologi yang bekerja secara terintegrasi. Berikut adalah beberapa komponen utama dalam arsitektur SASE:

SD-WAN

SD-WAN mengatur konektivitas WAN dan membantu memilih jalur jaringan. Teknologi ini mendukung koneksi antara kantor cabang dan pengguna yang tersebar.

Zero Trust Network Access

ZTNA memverifikasi pengguna dan perangkat sebelum memberikan akses. Hak akses diberikan berdasarkan kebutuhan dan kebijakan keamanan.

Secure Web Gateway

SWG melindungi pengguna saat mengakses internet. Sistem dapat memeriksa trafik dan memblokir akses ke sumber yang berbahaya.

Cloud Access Security Broker

CASB membantu memantau penggunaan aplikasi di cloud. Teknologi ini juga mendukung penerapan kebijakan keamanan pada layanan cloud.

Firewall as a Service

FWaaS menyediakan fungsi firewall melalui layanan cloud. Perusahaan dapat menerapkan kontrol keamanan tanpa bergantung pada firewall fisik di setiap lokasi.

Baca Juga: Network Security Architecture: Kerangka Utama Keamanan Jaringan

Bagaimana Cara Implementasi SASE dalam Network Security?

Implementasi SASE sebaiknya dilakukan secara bertahap. Perusahaan perlu memahami kondisi infrastruktur sebelum memilih teknologi. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam proses implementasinya:

Evaluasi Infrastruktur

Petakan terlebih dahulu pengguna, perangkat, aplikasi, kantor cabang, dan layanan cloud. Identifikasi juga sistem yang masih menggunakan arsitektur lama.

Tentukan Kebutuhan Keamanan

Tentukan kebutuhan akses internet, SaaS, aplikasi privat, dan data sensitif. Evaluasi juga kebutuhan ZTNA, SWG, CASB, dan FWaaS.

Pilih Komponen SASE

Pilih komponen SASE sesuai kebutuhan bisnis. Perusahaan tidak harus menerapkan seluruh teknologi sekaligus.

Terapkan Kebijakan Berbasis Identitas

Gunakan identitas pengguna dan kondisi perangkat sebagai dasar pemberian akses. Terapkan prinsip least privilege untuk membatasi akses.

Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Pantau performa jaringan dan aktivitas keamanan secara berkala. Evaluasi hasil implementasi untuk memperbaiki kebijakan dan memperluas cakupannya.

Pendekatan bertahap membantu perusahaan mengurangi kompleksitas selama proses transformasi. Implementasi juga dapat dimulai dari kebutuhan yang berdampak paling besar.

Perkuat Keamanan Jaringan Anda dengan Solusi Network Security dari Aplikas Servis Pesona!

SASE dapat membantu perusahaan mengamankan akses di tengah lingkungan kerja yang semakin terdistribusi. Integrasi networking dan security juga dapat menyederhanakan pengelolaan infrastruktur.

Oleh karena itu, Aplikas Servis Pesona menyediakan solusi network security yang menggabungkan kemampuan SASE, SD-WAN, ZTNA, SWG, dan CASB. Pendekatan ini mendukung akses aman ke internet, SaaS, dan aplikasi privat.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

Editor: Trie Ayu Femini dan Irnadia Fardila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *