Non Human Identity: Entitas Digital dalam Infrastruktur IT Perusahaan

17 February 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Non Human Identity: Entitas Digital dalam Infrastruktur IT Perusahaan

Dalam era digital saat ini, keamanan identitas menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Setiap akun atau identitas digital yang ada dalam sistem IT memiliki potensi risiko keamanan jika tidak dikelola dengan tepat. Tidak hanya identitas manusia yang perlu diawasi, tetapi juga identitas digital yang tidak memiliki kesadaran, yang dikenal sebagai Non Human Identity (NHI). Entitas digital ini memainkan peran penting dalam otomatisasi proses bisnis, integrasi sistem, dan operasi cloud, sehingga pengelolaannya menjadi sangat krusial bagi keamanan dan efisiensi IT perusahaan.

Seiring pertumbuhan teknologi, perusahaan kini menggunakan berbagai aplikasi, bot, API, dan layanan otomatis lainnya yang memerlukan akses ke sistem internal. Tanpa pengelolaan yang baik, identitas non manusia dapat menjadi pintu masuk bagi ancaman siber atau penyalahgunaan data. Oleh karena itu, memahami apa itu identitas non manusia dan bagaimana cara mengelolanya menjadi langkah penting dalam strategi keamanan identitas modern.

Apa itu Non Human Identity (NHI)?

Non human identity adalah identitas digital yang digunakan oleh entitas non-manusia untuk mengakses sumber daya IT. Entitas ini bisa berupa perangkat, aplikasi, bot, atau layanan otomatis yang menjalankan tugas tertentu di jaringan perusahaan. Contoh paling umum termasuk akun service, API key, sertifikat digital, hingga bot yang mengotomatiskan proses bisnis.

Berbeda dengan identitas manusia, NHI tidak memiliki kesadaran atau kemampuan untuk membuat keputusan, tetapi tetap memiliki hak akses yang bisa disalahgunakan. Jika kredensial NHI jatuh ke tangan yang salah, dampaknya bisa sama seriusnya dengan penyalahgunaan akun manusia, termasuk kebocoran data, gangguan layanan, atau pelanggaran kepatuhan. Oleh karena itu, visibilitas dan kontrol terhadap semua NHI menjadi kebutuhan mendesak bagi perusahaan modern.

Human vs Non Human vs Machine Identity, Apa Perbedaannya?

Perbedaan identitas manusia, non manusia, dan mesin dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Human Identity adalah akun yang digunakan oleh manusia untuk mengakses sistem, seperti email perusahaan atau akun ERP. Biasanya dilengkapi otentikasi multi-faktor (MFA) dan hak akses berbasis peran.
  • Non Human Identity digunakan oleh entitas digital yang berjalan otomatis, misalnya bot, API, atau aplikasi batch. Hak aksesnya sering lebih luas, dan pengelolaannya harus lebih ketat karena aktivitasnya bisa sulit dipantau.
  • Machine Identity merujuk pada sertifikat, kunci kriptografi, atau identitas yang melekat pada server dan perangkat jaringan. Sering kali tumpang tindih dengan NHI, namun fokusnya pada autentikasi antar sistem dan komunikasi terenkripsi.

Perbedaan ini penting untuk diketahui agar perusahaan dapat menentukan strategi pengelolaan akses yang tepat, meminimalkan risiko, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi keamanan digital.

Apa Saja Jenis-jenis Non Human Identity?

Non human identity memiliki berbagai bentuk yang digunakan dalam operasional IT sehari-hari. Berikut adalah beberapa jenis yang umum:

  • Service Accounts: Akun yang digunakan aplikasi untuk menjalankan layanan tertentu di server atau sistem internal.
  • API Keys dan Tokens: Digunakan oleh aplikasi untuk berkomunikasi dengan sistem lain, baik internal maupun eksternal.
  • Bot Accounts/RPA (Robotic Process Automation): Akun yang menjalankan proses-proses otomatis, misalnya memproses klaim atau laporan keuangan secara batch.
  • Certificates & Machine Identities: Identitas ini digunakan untuk autentikasi server-to-server, komunikasi yang terenkripsi, dan perangkat IoT.
  • Cloud & DevOps Identities: Identitas yang digunakan pipeline CI/CD atau layanan cloud seperti AWS, Azure, dan GCP untuk mengakses sumber daya tertentu.

Dengan memahami jenis NHI yang ada, perusahaan dapat merancang kebijakan keamanan yang sesuai untuk masing-masing kategori, sekaligus menghindari pemberian hak akses berlebih yang berisiko.

Apa Saja Tantangan Non Human Identity Security untuk Bisnis?

Pengelolaan NHI dalam bisnis memiliki sejumlah tantangan unik yang sering dijumpai oleh perusahaan. Berikut adalah beberapa tantangan utama dalam pengelolaan NHI:

Kurangnya Visibilitas

Banyak NHI berjalan di latar belakang tanpa pemantauan berkelanjutan, misalnya bot atau API yang mengakses database. Tanpa visibilitas yang cukup, perusahaan akan sulit untuk mendeteksi akses berisiko atau penyalahgunaan.

Over-provisioned Access

Seringkali NHI diberi hak akses lebih dari yang dibutuhkan. Bot yang hanya membaca data misalnya, bisa punya hak untuk menulis atau menghapus data. Ini meningkatkan risiko jika credential bocor.

Rotasi Credential yang Jarang

API key, password, atau sertifikat digital kadang jarang diperbarui. Credential yang lama ini akan mudah disalahgunakan oleh pihak tidak berwenang.

Kepatuhan Regulasi

NHI yang tidak tercatat atau diaudit bisa membuat perusahaan gagal memenuhi standar seperti ISO 27001 atau regulasi lain yang berlaku.

Risiko Penyalahgunaan

Credential NHI yang bocor dapat dimanfaatkan penyerang untuk mengakses sistem otomatis, memodifikasi data, atau menonaktifkan layanan tanpa disadari.

Bagaimana Cara Meningkatkan Non Human Identity Management?

Agar bisa mengelola NHI secara efektif, perusahaan perlu menerapkan strategi yang menyeluruh. Berik,ut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:

Inventory & Discovery

Langkah pertama adalah menemukan semua NHI yang ada di lingkungan IT perusahaan, termasuk di cloud, server, aplikasi, bot, dan pipeline DevOps. Dengan inventaris lengkap, perusahaan bisa mengidentifikasi risiko tersembunyi dan mengurangi blind spot yang sering dimanfaatkan penyerang.

Least Privilege & Role-Based Access

Setelah inventarisasi, setiap NHI harus diberikan hak akses minimum yang diperlukan untuk tugasnya. Contohnya, bot yang hanya membaca data tertentu tidak boleh memiliki hak untuk menulis atau menghapus data.

Rotasi Credential Otomatis

Implementasikan mekanisme otomatis untuk memperbarui password, API key, dan sertifikat secara rutin. Misalnya, gunakan tools yang bisa mengganti API key setiap 30 hari dan langsung memperbaruinya di sistem yang menggunakan identitas tersebut.

Pemantauan & Audit

Pantau aktivitas semua NHI secara real-time dan simpan log akses yang detail. Dengan audit yang aktif, perusahaan bisa mendeteksi perilaku abnormal, seperti akses di luar jam kerja atau penggunaan credential di lokasi tidak biasa.

Integrasi dengan DevOps & Cloud Security

Pastikan NHI yang digunakan dalam pipeline DevOps atau layanan cloud mengikuti kebijakan keamanan yang sama dengan identitas manusia. Misalnya, API yang digunakan pipeline CI/CD harus memiliki hak akses terbatas dan kredensialnya dirotasi secara otomatis.

Identity Governance & Administration (IGA)

IGA membantu mengelola hak akses, menjalankan review berkala, dan memastikan setiap identitas mematuhi kebijakan keamanan. Dengan IGA, perusahaan bisa mengurangi risiko human error dan memastikan semua identitas tercatat secara terpusat.

Tingkatkan Keamanan Akses Bisnis Anda dengan Solusi Identity Governance & Administration dari Aplikas Servis Pesona!

Kelola semua identitas, termasuk Non Human Identity, dengan  Identity Governance & Administration (IGA) dari Aplikas Servis Pesona!

Dapatkan visibilitas penuh, kontrol akses otomatis, dan audit yang mudah, sehingga perusahaan dapat memitigasi risiko keamanan, mematuhi regulasi, dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan pengelolaan NHI yang tepat, bisnis Anda bisa lebih aman, terkontrol, dan siap menghadapi ancaman digital di masa depan.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

Editor: Irnadia Fardila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *