Botnet: Serangan Siber Terprogram yang Berbahaya

07 May 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Botnet: Serangan Siber Terprogram yang Berbahaya

Pelaku kejahatan siber terus mengembangkan cara-cara baru untuk bisa melancarkan serangan. Seiring berkembangnya teknologi digital, pelaku serangan siber juga merancang jenis-jenis serangan berbasis digital yang dapat berdampak besar bagi perusahaan yang bergantung pada teknologi digital. Salah satu serangan siber tersebut adalah botnet.

Botnet adalah salah satu jenis serangan siber yang umum digunakan oleh pelaku dan dapat menginfeksi perangkat-perangkat lain yang menjadi target. Lalu apa itu botnet? Apa saja jenis-jenis dan dampak dari botnet attack? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Temukan jawaban lengkapnya di artikel berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Botnet?

Botnet merupakan singkatan dari “robot network” yaitu sebuah jaringan komputer yang terdiri dari sejumlah perangkat yang telah terinfeksi malware. Perangkat-perangkat yang telah terinfeksi tersebut kemudian dapat dikendalikan oleh pelaku serangan siber dari jarak jauh. Jaringan ini berisi perangkat-perangkat seperti komputer pribadi, server, atau perangkat IoT seperti router.

Bot dalam jaringan ini dibuat dengan memasang malware pada sebuah perangkat yang memungkinkan pelaku untuk mengendalikan perangkat tersebut dari jarak jauh. Kemudian perangkat yang telah terinfeksi akan ditambahkan ke dalam jaringan bot untuk melakukan kejahatan siber.

Serangan siber jenis ini sering sekali sulit dideteksi dan sulit dihapus. Pengguna perangkat yang telah terinfeksi bahkan bisa tidak menyadari bahwa perangkat yang mereka gunakan telah terinfeksi dan menjadi bagian dari jaringan bot tersebut. Bot otomatis ini juga digunakan untuk mengganggu dan merusak aset-aset yang digunakan oleh klien seperti situs web, aplikasi dan API.

Perkembangan jaringan bot saat ini telah menjadi lebih kompleks. Beberapa telah memiliki arsitektur dan struktur yang canggih dengan komunikasi yang terenkripsi. Para pelaku serangan siber telah menemukan cara-cara baru untuk memonetisasi aset mereka dan memberikan akses untuk memasang ransomware dan mencuri informasi.

Apa Dampak dari Botnet?

Jaringan bot yang terjangkit malware dapat dijadikan senjata oleh para pelaku serangan siber untuk mengeksploitasi perangkat-perangkat korban baik itu individu maupun perusahaan. Serangan tersebut memiliki dampak yang besar terutama bagi perusahaan dan kelancaran bisnis. Berikut ini adalah dampak dari botnet.

Gangguan Layanan

Perusahaan yang berpusat pada pemberian layanan akan mengalami gangguan jika terkena serangan dari jaringan bot. Serangan DoS (Denial-of-Service) misalnya, akan sangat mengganggu ketersediaan layanan hingga melumpuhkan situs web, layanan perbankan, hingga infrastruktur kritis lainnya.

Kehilangan Data Sensitif

Serangan dari bot juga digunakan untuk mencuri data-data yang sensitif dan penting. Pencurian data tersebut meliputi data pribadi pelanggan, data keuangan, data medis, hingga data rahasia perusahaan lainnya. Hal ini tentu akan berdampak fatal dan mungkin berujung pada penyalahgunaan identitas, penipuan, hingga pelanggaran privasi.

Kerugian Finansial

Salah satu dampak terbesar dari serangan siber melalui jaringan bot ini adalah kerugian finansial. Pelaku dapat meraup keuntungan dengan menyebarkan penipuan lewat jaringan perangkat-perangkat yang telah terinfeksi, serta memanfaatkan pencurian data keuangan seperti data kartu kredit.

Kerusakan Reputasi

Serangan botnet dapat merusak reputasi perusahaan dalam hal menjaga keamanan sistem. Hal tersebut juga berdampak pada menurunnya kepercayaan pelanggan atau mitra bisnis terhadap perusahaan.

Apa Saja Jenis-jenis Serangan Botnet?

Terdapat beberapa jenis-jenis serangan botnet yang umum terjadi, berikut ini masing-masing penjelasannya:

Serangan Phishing

Phishing merupakan salah satu jenis serangan bot yang paling sering digunakan.  Serangan ini dilancarkan dengan cara mengirimkan email beserta tautan atau lampiran yang berbahaya kepada korban. Ketika korban yang lengah membuka tautan atau mengunduh lampiran tersebut, maka perangkat mereka akan terinfeksi oleh malware kemudian ditambahkan ke jaringan bot pelaku.

Serangan DDoS

Botnet DDoS atau Distributed-Denial-of-Service adalah jaringan bot yang digunakan untuk membanjiri situs web atau server dengan lalu lintas yang berlebihan. Hal ini kemudian akan membuat situs web atau server menjadi mogok dan tidak dapat diakses. Serangan jenis ini tidak selalu nampak atau berdampak langsung pada perangkat yang terinfeksi.

Serangan Brute-force

Brute-force merupakan jenis serangan jaringan bot yang dilakukan dengan cara berulang kali menebak kredensial pengguna, umumnya nama pengguna dan kata sandi (password). Tujuannya adalah untuk mendapatkan akses tidak sah ke sistem atau perangkat target lalu menyebarkan malware atau mencuri data sensitif.

Serangan Web Scraping

Web scraping adalah proses otomatis yang dilakukan dengan cara mengekstrak data dari situs web. Dampaknya situs web tersebut akan menurun kinerjanya akibat beban server yang terlalu tinggi. Hal ini juga akan berdampak ada lambatnya waktu respons dan mengganggu pengalaman pengguna.

Serangan Spam

Proses spam biasanya dilakukan dengan mengirimkan email dalam jumlah besar tanpa diminta. Email-email tersebut dikirim dengan tujuan untuk melakukan serangan phishing atau mempromosikan produk atau layanan palsu.

Bagaimana Cara Kerja Serangan Botnet?

Cara kerja botnet dimulai dengan memasang malware pada sebuah perangkat. Malware tersebut memungkinkan penyerang untuk mengendalikan perangkat tersebut dari jarak jauh. Perangkat-perangkat lain yang terinfeksi oleh malware tersebut kemudian ditambahkan ke dalam jaringan. Pemasangan malware dilakukan dengan cara melakukan phishing, mengeksploitasi kerentanan software, hingga akses fisik ke perangkat.

Setelah itu, perangkat-perangkat yang sudah menjadi “bot” akan digunakan untuk berbagai tugas. Penyerang umumnya mengendalikan bot-bot tersebut melalui server pusat yang dikenal sebagai server command-and-control (C&C). Kemudian penyerangan menggunakan server C&C untuk memerintahkan bot.

Bagaimana Cara Mengatasi Serangan Botnet?

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi serangan botnet. Berikut ini adalah beberapa caranya:

Menggunakan Firewall

Firewall dapat digunakan untuk membantu mendeteksi dan memblokir lalu lintas berbahaya dari jaringan dan mencegah akses tidak sah ke perangkat.

Rutin Memperbarui Perangkat Lunak

Langkah lain yang dapat dilakukan adalah dengan memastikan perangkat lunak yang digunakan tetap diperbarui. Perbarui perangkat lunak secara rutin dapat melindungi dari kerentanan yang dapat dieksploitasi pelaku.

Gunakan Software Anti-spam dan Antivirus

Perangkat lunak anti-spam dan antivirus dapat membantu untuk mencegah serangan botnet dengan mendeteksi spam dan virus atau malware yang muncul lewat tautan dan lampiran email.

Cegah Serangan Botnet dengan Solusi Threat Intelligence dari Aplikas Servis Pesona

Konsekuensi dan dampak dari serangan botnet tidak bisa dianggap sepele karena dapat merugikan perusahaan dari berbagai aspek. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan mitigasi dan antisipasi dengan meningkatkan keamanan.

Aplikas Servis Pesona, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang IT Security dapat membantu Anda untuk mengantisipasi dan mencegah serangan botnet dengan solusi threat intelligence terbaik yang dapat mengidentifikasi potensi serangan siber.

Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai threat intelligence dari Aplikas Servis Pesona!

Editor: Cardila Ladini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *