Serangan Network Security: Ancaman Berbahaya pada Jaringan

Serangan Network Security: Ancaman Berbahaya pada Jaringan
Di era digital saat ini, hampir semua aktivitas bisnis bergantung pada konektivitas jaringan yang stabil dan aman. Dari transaksi online, kolaborasi remote working, hingga penyimpanan data di cloud dan penggunaan perangkat IoT, jaringan menjadi tulang punggung operasional perusahaan. Akan tetapi, ketergantungan ini juga membuka peluang besar bagi pelaku kejahatan siber. Serangan network security semakin marak dan canggih, menyebabkan kerugian finansial miliaran rupiah, kebocoran data sensitif, hingga downtime yang menghentikan bisnis selama berhari-hari.
Secara global, serangan jaringan internet terus berevolusi dengan memanfaatkan teknologi baru seperti AI. Artikel ini akan membahas apa itu serangan network security attack, penyebab utamanya, jenis-jenis serangan network security, serta cara efektif mengatasinya khususnya untuk jaringan bisnis.
Apa itu Serangan Network Security?
Serangan network security adalah upaya sengaja oleh pihak tidak berwenang untuk mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur jaringan. Tujuannya bisa beragam, mulai dari mencuri data rahasia, mengganggu ketersediaan layanan, merusak integritas informasi, atau bahkan mengambil alih kendali sistem. Secara umum, serangan ini memengaruhi tiga pilar utama keamanan informasi, yang dikenal sebagai CIA triad (Confidentiality, Integrity, dan Availability).
Serangan bisa bersifat pasif (hanya memantau lalu lintas tanpa modifikasi, seperti packet sniffing) atau aktif (melibatkan perubahan data, penghapusan, atau gangguan, seperti DDoS). Jenis-jenis serangan network security juga mencakup berbagai teknik, mulai dari yang sederhana hingga kompleks seperti advanced persistent threats (APT). Serangan ini biasanya menargetkan elemen jaringan seperti router, switch, firewall, endpoint, atau lalu lintas data antar-perangkat.
Baca Juga: Serangan Siber Modern: Jenis-jenis dan Cara Mengatasinya
Apa Saja Penyebab Terjadinya Serangan Network Security?
Serangan terhadap keamanan jaringan umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
Kerentanan Teknis
Software atau firmware yang belum diperbarui (outdated), konfigurasi salah pada firewall, router, atau cloud settings, serta penggunaan protokol lemah tanpa enkripsi kuat seperti TLS terbaru. Misalnya, celah CVE yang belum ditambal sering dieksploitasi dalam hitungan hari.
Faktor Manusia
Kredensial lemah (password sederhana atau penggunaan berulang), kurangnya kesadaran karyawan terhadap serangan siber seperti phishing dan social engineering, serta insider threats. Baik disengaja (karyawan tidak puas) maupun tidak sengaja (klik link berbahaya), faktor manusia tetap menjadi titik lemah terbesar.
Perluasan Attack Surface
Adopsi cepat cloud hybrid, remote work, perangkat IoT, dan integrasi third-party yang tidak diaudit dengan baik. Semakin banyak perangkat terhubung, maka semakin luas permukaan serangan.
Motivasi Penyerang
Keuntungan finansial (ransomware, pencurian data untuk dijual), spionase industri atau negara (APT), sabotase, atau motif geopolitik. Di Indonesia, serangan sering terkait botnet seperti Mirai yang menargetkan IoT lemah.
Apa Saja Tren Serangan Network Security?
Serangan keamanan jaringan kini menjadi semakin canggih dan terotomatisasi. Berikut ini adalah beberapa contoh tren utama yang diprediksi akan mendominasi:
Pemanfaatan AI
AI dapat digunakan untuk membuat phishing super-realistis (dengan deepfake), malware adaptif yang menghindari deteksi, serta serangan otomatis skala besar. Prediksi 2026 menunjukkan lonjakan insiden shadow AI (penggunaan tool AI tanpa pengawasan) yang membocorkan IP perusahaan.
Serangan Supply Chain dan Third-party
Penyerang mengeksploitasi vendor atau SaaS terpercaya sebagai pintu masuk, seperti kasus integrasi yang diretas untuk menjangkau ribuan bisnis. Tren ini meningkat karena ketergantungan pada ekosistem digital.
Ransomware yang Lebih Ganas
Evolusi ke double/triple extortion (enkripsi, ancam bocorkan data, menyerang backup), target cloud, dan lockout akses. Serangan ransomware pada industri kritis naik 34% di 2025.
APT dan Privilege Escalation
Serangan diam-diam jangka panjang, sering dikombinasikan dengan AI untuk menghindari deteksi. Zero-day exploits dan social engineering tetap dominan.
Baca Juga: Network Security Blind Spot: Dampak dan Cara Mengatasinya
Bagaimana Cara Mengatasi Serangan Network Security di Jaringan Bisnis?
Untuk bisa mengatasi serangan ke jaringan perlu pendekatan yang berlapis (in-depth) dan proaktif. Langka-langkah utamanya antara lain adalah:
Pencegahan
Implementasikan next-generation firewall (NGFW) untuk inspeksi mendalam lalu lintas, enkripsi TLS end-to-end, multi-factor authentication (MFA), serta prinsip least privilege dan network segmentation (VLAN atau microsegmentation) untuk membatasi penyebaran lateral.
Deteksi dan Monitoring
Gunakan User and Entity Behavior Analytics (UEBA), Endpoint Detection and Response (EDR), traffic analysis yang berkelanjutan, serta threat intelligence. Honeypots bisa menarik dan mengidentifikasi penyerang dini.
Respons dan Pemulihan
Siapkan incident response plan, backup offline/immutable yang rutin dites, patch management otomatis, serta penetration testing berkala. Breach and attack simulation (BAS) juga dapat membantu validasi kontrol secara berkelanjutan.
Baca Juga: Network Security Architecture: Kerangka Utama Keamanan Jaringan
Lindungi Jaringan Bisnis Anda dari Serangan Siber dengan Network Security dari Aplikas Servis Pesona!
Kerugian akibat dampak serangan network security seperti downtime, kebocoran data, atau ransomware bisa mencapai miliaran rupiah dan merusak reputasi perusahaan. Oleh karena itu, percayakan keamanan jaringan Anda pada solusi network security dari Aplikas Servis Pesona!
Solusi kami mencakup next-generation firewall dengan AI, serta converged secure networking yang mencakup SD-WAN, dan zero trust access.
Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!
Written by
Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile
Editor: Irnadia Fardila
Popular Posts



Leave a Reply