Data Breach: Penyebab, Cara Kerja, dan Cara Mencegahnya

18 November 2025 Muhammad Iqbal Iskandar

Data Breach: Penyebab, Cara Kerja, dan Cara Mencegahnya

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus data breach seperti kebocoran data semakin sering terjadi dan menjadi salah satu ancaman yang serius bagi dunia digital. Risiko ini tidak luput terhadap pihak mana pun, baik perusahaan besar, lembaga pemerintah, maupun startup baru. Ketika data pribadi jatuh ke tangan pihak yang tidak berwenang, maka dampaknya akan sangat fatal dan dapat menghancurkan kepercayaan publik. Selain itu kerugian finansial akibat insiden pelanggaran data juga sangat besar.

Pelanggaran data sendiri bukanlah isu teknis yang hanya menjadi tanggung jawab tim IT saja, tetapi merupakan tantangan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini meliputi pihak manajemen hingga setiap karyawan yang mengakses data digital. Oleh karena itu, untuk bisa melindungi bisnis dari ancaman-ancaman ini, perusahaan perlu memahami apa itu pelanggaran data, bagaimana cara kerjanya, penyebab utamanya, serta langkah-langkah pencegahannya. Temukan jawaban selengkapnya di artikel berikut ini!

Apa itu Data Breach?

Data breach adalah istilah yang merujuk pada insiden keamanan di mana informasi sensitif, rahasia, atau dilindungi diakses, dicuri, atau disebarluaskan tanpa izin. Istilah ini juga mencakup segala bentuk pelanggaran yang menyebabkan data pribadi, kredensial pengguna, atau aset digital lainnya bocor ke pihak yang tidak berhak.

Penting untuk membedakan antara data breach dan data leak. Data breach biasanya terjadi akibat serangan atau akses ilegal dari luar sistem, sedangkan data leak umumnya disebabkan oleh kesalahan manusia, kelalaian internal, atau pengaturan sistem yang kurang aman.

Contoh nyata dari pelanggaran data dapat ditemukan pada kasus kebocoran data pelanggan e-commerce atau lembaga publik, di mana data pribadi seperti nomor KTP, alamat, dan email diperjualbelikan di dark web. Kasus-kasus semacam ini menunjukkan bahwa risiko pelanggaran data dapat menimpa siapa pun, di sektor apa pun.

Apa Saja Penyebab Data Breach?

Pelanggaran data biasanya terjadi karena faktor teknis dan manusia, atau kombinasi keduanya. Berikut adalah beberapa penyebab utama dari pelanggaran data:

Kesalahan Manusia

Faktor human error adalah penyebab paling umum di banyak perusahaan. Bentuknya bisa berupa karyawan yang menggunakan password lemah, membagikan kredensial tanpa izin, atau salah mengonfigurasi penyimpanan cloud sehingga data dapat diakses publik. Kelalaian semacam ini, meski tampak sepele, dapat menjadi celah masuk bagi peretas.

Serangan Siber Eksternal

Pelaku kejahatan siber juga bisa menggunakan berbagai metode untuk mencuri data, seperti phishing, malware, ransomware, dan brute force attack. Melalui email atau situs palsu, penyerang akan menipu pengguna agar memberikan akses login atau memasang perangkat lunak berbahaya yang memungkinkan pencurian data.

Insider Threat

Dalam beberapa kasus, pegawai atau kontraktor internal dapat menyalahgunakan akses mereka dengan sengaja untuk mengambil data sensitif. Motivasinya bisa beragam, mulai dari ketidakpuasan kerja hingga motif ekonomi.

Kerentanan Sistem dan Infrastruktur

Sistem yang tidak diperbarui atau memiliki celah keamanan (vulnerability) akan sangat rentan terhadap eksploitasi. Misalnya, server dengan konfigurasi yang salah, aplikasi tanpa patch keamanan terbaru, atau perangkat IoT tanpa perlindungan dapat menjadi celah yang mudah dimanfaatkan penyerang.

Bagaimana Cara Kerja Data Breach?

Setiap aksi pelanggaran data umumnya memiliki pola tertentu, meski teknik dan teknologi yang digunakan bisa bervariasi.  Berikut adalah tahapan umum dalam terjadinya pelanggaran data:

Pengintaian (Reconnaissance)

Umumnya penyerang akan memulai dengan mengumpulkan informasi target, seperti alamat email, struktur jaringan, atau sistem yang digunakan. Tujuannya adalah menemukan celah sekecil apa pun yang dapat dimanfaatkan.

Eksploitasi

Begitu celah ditemukan, penyerang kemudian akan mencoba menembus sistem. Proses eksploitasi ini bisa dilakukan melalui phishing link, malware, kredensial yang dicuri, atau pemanfaatan bug aplikasi.

Akses dan Pencurian Data

Setelah berhasil masuk, pelaku akan mengakses database, mencuri data penting seperti identitas pelanggan, informasi finansial, atau rahasia perusahaan. Data ini kemudian disalin atau di-download secara diam-diam.

Eksfiltrasi dan Penyebaran

Data yang berhasil dicuri bisa digunakan untuk berbagai tujuan, misalnya dijual di dark web, digunakan untuk pemerasan (ransom), atau disebarkan untuk merusak reputasi korban.

Bagaimana Cara Mencegah Data Breach?

Seringkali data breach tidak langsung terdeteksi oleh perusahaan. Oleh karena itu, pencegahan kasus ini memerlukan pendekatan menyeluruh yang meliputi aspek teknologi, kebijakan, dan sumber daya manusia. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diterapkan:

Gunakan Enkripsi dan Kontrol Akses Ketat

Pastikan data sensitif dienkripsi, baik saat disimpan (data at rest) maupun saat dikirim (data in transit). Terapkan juga prinsip least privilege, yaitu pemberian akses hanya kepada individu yang benar-benar membutuhkan dan berwenang.

Terapkan Kebijakan Keamanan Siber yang Kuat

Gunakan autentikasi multifaktor (MFA), kebijakan password yang kompleks, serta sistem pemantauan aktivitas login untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Edukasi dan Pelatihan Karyawan

Adakan pelatihan rutin agar para karyawan mengenali ancaman seperti phishing dan memahami cara menjaga keamanan akun.

Audit dan Pemantauan Keamanan Berkala

Lakukan penilaian risiko, audit sistem, dan penetration test secara berkala untuk mendeteksi celah keamanan. Gunakan sistem real-time monitoring agar setiap anomali dapat segera ditindaklanjuti.

Cegah Data Breach dengan Solusi Data Security dari Aplikas Servis Pesona!

Mencegah terjadinya data breach lebih murah dan efektif dibandingkan memulihkan kerugian akibatnya. Dengan meningkatnya kejadian serangan siber, perusahaan perlu solusi yang mampu memberikan perlindungan proaktif. Oleh karena itu, Aplikas Servis Pesona menghadirkan solusi data security cerdas yang dapat melindungi data dari tahap penyimpanan hingga distribusi.

Dengan kombinasi enkripsi, deteksi ancaman otomatis, dan visibilitas penuh terhadap arus data, solusi dari kami dapat membantu bisnis mencegah pelanggaran data sebelum terjadi.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

Editor: Irnadia Fardila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *